Tips Jadi Orang tua yang Pintar Menyaring Informasi

11 Oct 2018

Enaknya jadi orang tua di jaman sekarang adalah bisa mencari informasi seputar parenting yang paling baru di internet. Nah, masalahnya di era informasi yangs erba cepat ini, sangat sulit membedakan mana infomasi yang bisa dipercaya dan mana yang tidak. Bermodal smartphone, semua orang bisa menulis dan berbagi cerita di dunia maya.

Sebagai orangtua, kita harus memiliki kemampuan berpikir kritis. Kemampuan berpikir kritis adalah kemampuan untuk mengevaluasi dan menganalisa kesahihan sebuah informasi.1 Selain kita bisa memilah mana yang benar dan salah, dengan terbiasa berpikir kritis, sebagai orang tua pun kita bertambah cerdas. 2 Nampaknya, sangat penting bagi orang tua untuk memiliki kemampuan ini ya? Apa saja tips untuk dapat mengkritisi informasi yang kita dapat di dunia maya? Check it out!

1. Banyak bertanya pertanyaan sederhana

Tidak perlu dimulai dari hal yang sulit, kemampuan berpikir kritis justru harus dimulai dengan pertanyaan sederhana ketika membaca sesuatu seperti:

●             Siapa yang menulis artikel atau komentar ini? Apakah ahli terpercaya di bidang tersebut? Bisakah kita mempercayai tulisan yang bersumber dari “katanya”?

●             Untuk siapa kira-kira tulisan ini ditujukan? Untuk semua orang atau untuk kelompok tertentu?

●             Pesan penting apa yang dapat diberikan oleh artikel/cerita ini?

●             Dampak apa yang ditimbulkan dari berita/cerita ini?

2. Evaluasi berita atau cerita yang disebarkan

Setelah bertanya, untuk mengupas hal sederhana, selanjutnya kita bisa mengevaluasi tampilan dari berita/cerita tersebut.

●             Pertama-tama, jika mendapatkan informasi dari website, coba cek alamat website-nya. Perhatikan apakah alamatnya terlihat kredibel? Jika informasi didapatkan dari komunitas online dan forum-forum, silakan perhatikan pembuat komunitas dan moderasi admin komunitas tersebut. Apakah berusaha menyediakan informasi yang obyektif dan terpercaya, atau subyektif dan mendiskreditkan kelompok atau individu tertentu?

●             Setelah melihat alamat dan tampilan website, tahap kedua adalah lihat kualitas penulisan. Informasi yang kredibel tentu akan ditulis oleh sumber atau ahli yang kredibel. Sehingga penulisan pun akan terlihat rapi, tidak banyak saltik (typo), tanda baca tepat, dan lain sebagainya.

●             Cek bagian “tentang kami” (about us) di website atau komunitas tersebut. Pertimbangkan apakah orang-orang atau organisasi yang terlibat di belakang layar adalah orang atau organisasi yang kompeten di bidangnya. Kalau tidak ada penjelasan resmi mengenai siapa yang bertanggung jawab mengenai konten website dan komunitas tersebut, tentu saja informasi yang beredar perlu dipertanyakan.

3. Sadari bahwa kita tidak bisa selalu 100% berpikir kritis

Oleh karena itu, selalu diskusikan informasi baru yang kita anggap penting, dengan orang lain terutama pasangan jika berkaitan dengan isu parenting. Dan sadari pula keterampilan dan perilaku ini perlu latihan dan pembiasaan agar kemampuan berpikir kritis kita semakin meningkat.

Ingat bahwa, salah satu keterampilan dasar penting yang perlu kita wariskan ke anak-anak kita adalah berpikir kritis. Dengan berpikir kritis mereka akan hidup di dunia dimana informasi yang salah sengaja diciptakan untuk terus membujuk mereka ke berbagai arah. Mereka harus dapat mempertanyakan kebenaran sebuah informasi, dan latihan ini dapat dimulai dari rumah dengan orang tua sebagai role modelnya.3

Agar selalu berpikir kritis, konten yang dikonsumsi juga harus berkualitas dong! Salah satu sumber informasi yang berkualitas seputar parenting adalah Sahabat Ibu Pintar, komunitas dari Blibli.com berisi sekumpulan ibu modern yang terus belajar mencari informasi dan solusi seputar parenting. Gabung sekarang yuk Bu!

 

1Takwin, 2007

2 Klemm, 2017

3Austin, 2015