Tes Minat Bakat di Usia Dini, Perlukah?

16 Apr 2019

“Mba Ori, bisa tes minat bakat ga? Tolong dong mba liatin anak saya ini bagusnya kemana, udah bisa di tes belum kalau 5 tahun?” Sebagai seorang psikolog pendidikan, cukup sering nih saya dapat pertanyaan ini. Kita bahas yuk.

 

Tes minat bakat adalah serangkaian pemeriksaan psikologis untuk mengetahui bidang yang menjadi ketertarikan anak (minat) dan potensi kemampuan yang ia miliki (bakat), sehingga dapat menemukan jurusan kuliah dan/atau bidang karir yang cocok. Buat apa sih cari yang cocok? Karena pencapaian prestasi, stabilitas, dan kepuasan terhadap karir bergantung dari kesesuaian profil individu dengan sifat dan lingkungan pekerjaan yang dituju. Tes minat bakat biasanya dilakukan ketika anak berada di tingkat sekolah menengah atas (14 tahun ke atas), saat mulai ada kebutuhan untuk menentukan jurusan.

 

Saat ini, saya mendapati semakin banyak orang tua yang penasaran dan ingin anaknya tes minat bakat bahkan sejak usia prasekolah. Tidak ada yang salah sih dengan itu, karena saya tahu keinginan tersebut datang dari harapan orang tua agar bisa memberikan arahan terbaik bagi anak. Namun menurut saya, anak usia dini belum perlu melakukan tes minat bakat. Yang perlu Bubu lakukan lebih pada membantu si kecil untuk eksplorasi minat dan bakatnya. Bagaimana caranya?

Berikan anak pengalaman yang bervariasi

Salah satu cara terbaik menemukan minat bakat anak adalah dengan memberi kesempatan padanya untuk terlibat di berbagai jenis aktivitas. Untuk anak usia dini, penekanannya lebih pada keluasan dan kekayaan pengalaman (broad) dibanding kedalaman dan kekhususan (depth). Karena bagaimana kita tahu anak kita suka musik jika tidak pernah diperdengarkan lagu atau diajak bernyanyi bersama? Bagaimana kita tahu anak kita bakat menggambar jika tidak pernah punya akses ke alat melukis? Eksplorasi ini dapat dilakukan dengan cara yang formal (ikut kegiatan terstruktur seperti kelas olahraga atau kursus bahasa Inggris) maupun informal (jalan-jalan, variasi kegiatan bermain di rumah seperti main sepeda, puzzle, memasak, pretend play dll). Berikan pilihan pada anak kegiatan apa yang ingin mereka coba lakukan.

 

Amati saat anak bermain

Jika kita jeli, proses bermain anak sehari-hari bisa memberi insight yang banyak sekali lho Bubu, tentang minat dan bakat anak. Kegiatan apa sih yang paling membuat si kecil bersemangat dan bisa bertahan lama untuk melakukannya? Hal apa yang paling suka anak ceritakan berulang-ulang atau minta dari Bubu? Bubu dapat membuat semacam jurnal tentang hal-hal menarik yang anak lakukan atau katakan saat bermain bersamanya. Perhatikan juga cara ia bermain dengan anak lain, bisa jadi bakat si kecil berkaitan dengan interaksi sosial seperti mengenali apa yang anak lain butuhkan atau menjadi sosok pemimpin di antara teman-temannya.

 

Diskusi bersama anak tentang dirinya

Terkadang sebagai orang tua, kita terlalu sibuk mengarahkan anak dan lupa bahwa umpan balik dari anak juga penting. Bisa jadi insight terbaik tentang minat bakat anak datang dari dirinya sendiri. Coba deh ajak anak diskusi melalui beberapa pertanyaan seperti ini:

  • Kegiatan apa yang paling kamu sukai?

  • Apakah kamu menikmati kegiatan di luar ruangan dan bergerak?

  • Apakah kamu suka menari dan menyanyi?

  • Jika bisa memilih, kamu lebih suka lama-lama menggambar dan mewarnai, atau bermain puzzle?

  • Menurut kamu, permainan apa yang mudah bagi kamu dan bisa kamu lakukan dengan baik?

  • Apa kamu tahu apa yang menjadi kelebihanmu?

  • Apakah kamu suka pelajaran yang banyak hapalannya?

Untuk anak balita yang masih sulit diajak refleksi, Bubu bisa mulai dengan memberi pernyataan-pernyataan yang membangun konsep dirinya. “Wah kamu pintar gambar ya. Detail dan seperti aslinya.”

 

Paparkan pada beragam profesi

Mengingat tes minat bakat erat kaitannya dengan pilihan karir, Bubu juga bisa membantu anak menjajaki minatnya dengan mengenalkan pada beragam profesi. Bukan hanya yang populer di kalangan anak-anak seperti dokter, pilot, pemadam kebakaran, atau astronot, tetapi juga profesi lainnya seperti apoteker, animator, sutradara, atau penulis buku cerita anak. Wah seru tuh eksplorasinya, bisa melalui baca buku, menonton video, atau pengalaman langsung!

Selain itu, mainan edukasi juga bisa membantu si kecil mengenali profesi yang ada di sekeliling kita. Bisa sekalian pretend play dengan cara yang lebih menyenangkan. Kalau Bubu lagi cari mainan edukasi, intip rekomendasinya disini yuk.

 

Terus semangat ya Bubu untuk memupuk minat bakat si kecil ☺  

 

 

Oleh: Orissa Anggita Rinjani

Psikolog Pendidikan Rumah Dandelion