Pentingnya Social Support System Saat Mempersiapkan Keluarga

11 Oct 2018

Bagi BuBu yang sedang hamil dan menantikan kehadiran si kecil biasanya sangat aktif dan semangat mengumpulkan informasi sebanyak-banyaknya. Nah, biasanya ada beberapa fase nih untuk pencarian informasi.

Fase pertama yaitu awal kehamilan, info yang dicari adalah topik kesehatan ibu dan bayi seperti tips mengatasi mual, perkembangan janin, dan perubahan biologis BuBu.  Trimester kedua dan ketiga, BuBu biasanya mencari informasi tentang persiapan kelahiran serta perawatan bayi baru lahir. Isu-isu lain yang biasanya dicari orang tua di fase berikutnya lebih beragam lagi, mulai dari pilihan susu yang diberikan pada anak, pemilihan dokter, MPASI, bahkan isu yang terkait dengan psikologis seperti baby blues, kelelahan emosional, perbedaan pola asuh antara orang tua dengan kakek-nenek si kecil, dan sebagainya.

Makin banyak informasi yang terkumpul, biasanya keyakinan dan rasa percaya diri makin bertambah menyambut kelahiran si kecil. Tapi di sisi lain, terlalu banyak informasi yang diterima juga bisa membuat calon orang tua merasa cemas dan khawatir. Makanya, mereka perlu dukungan sosial (social support system) yang punya peran penting membantu orang tua, terutama BuBu, untuk mengatasi kecemasan.

Social support system adalah hubungan antara seseorang dengan lingkungannya, dimana hubungan yang terbentuk ini dapat memberikan bantuan berupa dukungan emosional, dukungan instrumental (bantuan uang/bantuan fisik lainnya yang secara langsung menyelesaikan masalah), dukungan informasi, dan penghargaan serta kesempatan belajar1

Peneliatan dari Reblin & Uchino (2008) juga menemukan bahwa seseorang yang memiliki social support system, cenderung memiliki kesehatan fisik dan mental yang lebih baik. So, udah tau kan pentingnya social support system?

Berikutnya, siapa saja sih yang bisa jadi social support system untuk orang tua? Ini dia jawabannya:

1. Pasangan

Memiliki hubungan pernikahan yang memuaskan dan saling mendukung satu sama lain akan membantu BuBu/Ayah menghadapi tantangan menjadi orang tua. Selagi masih berdua dan belum berbagi perhatian dan tanggung jawab menjadi orang tua, tingkatkan kualitas hubungan dan perbanyak “tabungan” pengalaman positif bersama pasangan.

2. Keluarga

Keluarga asal kita maupun keluarga asal pasangan (mertua dan ipar) adalah sumber dukungan sosial yang bisa dimanfaatkan. Luangkan waktu dan usaha untuk beradaptasi dan mengenal keluarga asal pasangan agar tercipta dasar hubungan yang positif. Libatkan keluarga asal dalam menyambut kelahiran maupun proses pengasuhan si buah hati (sesuai dengan porsi dan kenyamanan masing-masing pihak) agar ketika nanti menemui kesulitan menjadi orang tua, keluarga dapat memberikan bantuan.

3. Teman

Tempat berbagi dan bertukar cerita, tempat untuk “beristirahat sejenak” dari segala peran dan tanggung jawab sehari-hari. Hubungan pertemanan memainkan peran penting untuk menjaga kualitas dan kesehatan hidup seseorang, karena dapat meningkatkan daya tahan terhadap stress (Merrel, 2010).

4. Komunitas

Berkumpul dan tergabung bersama kelompok orang-orang yang memiliki kesamaan nilai, karakter, dan minat memudahkan ibu mendapatkan informasi yang sesuai kebutuhannya. Menjadi wadah untuk berinteraksi dengan banyak orang yang memiliki masalah serupa, di berbagai tempat, sehingga menumbuhkan feeling of universality, bahwa saya tidak sendiri (White & Dorman, 2001).

Tanpa disadari, social support system sebetulnya sangat dekat di kehidupan sehari-hari. Berteman, bersosialisasi, meluangkan waktu dan usaha untuk berinteraksi dengan orang lain baik secara tatap muka maupun melalui internet merupakan kebutuhan mendasar untuk menjalani tantangan hidup, terutama tantangan yang akan dialami calon orang tua. Ada yang bilang bahwa jadi orangtua itu tidak ada sekolahnya, tapi kita selalu bisa belajar dari pengalaman orang lain dan informasi yang valid dan baru dari para professional.

Maka itu, Sahabat Ibu Pintar dari Blibli.com hadir. Sahabat Ibu Pintar adalah komunitas untuk berbagi informasi dan inspirasi mengenai solusi pintar dalam parenting dan gaya hidup modern. Komunitas Sahabat Ibu Pintar bekerja sama dengan Rumah Dandelion yang terdiri dari psikolog keluarga, Pendidikan, dan praktisi di bidang perkembangan anak dan pendidikan usia dini. Peserta yang bergabung akan diseleksi untuk mendapatkan benefit seperti informasi dari psikolog dan mengikuti rangkaian kegiatan Sahabat Ibu Pintar.

Jadi tunggu apalagi? Yuk gabung sekarang!

1 Glanz, Rimer, & Viswanath, 2008