Pentingnya Hobi Bersama Untuk Meningkatkan Kebahagiaan Pernikahan

20 May 2019

Punya hobi merupakan hal yang positif. Kurtz (2015) mengatakan bahwa memiliki hobi dapat membantu seseorang bersosialisasi dan dapat menjadi sarana pengelolaan stress. Tidak heran sejak masa kanak-kanak, hampir semua orang tua mendorong anaknya untuk mengeksplorasi dan menekuni hobi tertentu. Namun, apa yang terjadi bila hobi yang dimiliki seseorang membuat ia mengabaikan tanggung jawabnya yang lain? Segala sesuatu yang berlebihan tentu saja bukanlah hal yang baik. Dalam konteks pernikahan misalnya, suami atau istri yang terlalu fokus pada hobinya, bisa meresikokan ketidakbahagiaan dalam pernikahannya. Bentuknya seperti apa? Waktu yang banyak diluangkan untuk hobi sehingga membuat pasangan dan anak-anaknya merasa ditelantarkan, biaya yang dikeluarkan untuk hobi yang tinggi sehingga dapat berdampak pada ketidakstabilan keuangan dalam keluarga.

Prof. Sawitri, seorang psikolog pernikahan dari Universitas Padjajaran, dalam workshop-nya tentang Family Resiliency (April, 2019) mengatakan bahwa setelah menikah, otonomi atau privacy individu tetap dibutuhkan, agar seseorang tidak kehilangan jati dirinya setelah berkeluarga, tapi jangan juga belanja baju atau tas lalu harganya dipalsukan ke Pak Suami yang Bubu, hehehe.

Apa yang dapat Bubu lakukan bila pasangan menghabiskan banyak waktu – biaya – tenaganya untuk hobi pribadi sehingga “mengambil jatah dan hak” keluarga? Berikut beberapa yang bisa dilakukan:

 

1. Pendekatan Asertif terhadap Hobi Pasangan

Empati dan menghargai hobi yang dimiliki pasangan, alih-alih mengeluh dan menyalahkan hobi tersebut. Ingat bahwa tidak ada yang salah dengan memiliki hobi, selama bisa dijalankan dengan seimbang. Sampaikan dengan asertif dan empati bahwa Bubu menghargai dan memahami betapa menyenangkannya hobi tersebut bagi pasangan, namun sampaikan juga bahwa Bubu dan keluarga membutuhkan waktu serta perhatian yang sama besarnya dari pasangan. Bukannya meminta pasangan untuk menghentikan hobinya, tapi sebagai alternatif Bubu bisa membuat kesepakatan dari pasangan untuk ditetapkan waktu-waktu khusus bagi pasangan bermain dengan hobinya dan waktu bagi keluarga.

 

 

2. Manfaatkan Waktu untuk Diri Sendiri

Ketika pasangan sudah mensepakati dan berkomitmen tentang pembagian waktu tersebut, Bubu siapkan aktivitas atau kegiatan yang bisa Bubu lakukan ketika pasangan sedang bermain dengan hobinya. Jadi daripada merasa kesal karena “ditinggal
pasangan main, Bubu justru menciptakan aktivitas yang menyenangkan dan ditunggu-tunggu bagi diri sendiri. Bertemu dengan teman, mengajak anak-anak pergi main, memanjakan diri dengan ke salon, adalah beberapa hal yang bisa dilakukan.

 

 

3. Belajar untuk Berbagi Kesenangan Pasangan

Zabriskie & Hill (2006) dalam penelitiannya menemukan bahwa pasangan yang sama-sama terlibat dan menikmati kegiatan hobi bersama, memiliki tingkat kepuasan pernikahan yang lebih tinggi dibandingkan pasangan yang memiliki hobi individu. Dengan berbagi hobi dan kegiatan bersama yang sama-sama dinikmati, maka Bubu dan Pak Suami pun dapat saling mengenal satu sama lain, memiliki lebih banyak topik obrolan, dan memiliki rasa kebersamaan untuk kegiatan rekreasional. Hal in tentu saja dibutuhkan dan akan terasa menyenangkan di sela-sela rutinitas dan tanggung jawab harian lainnya ya. Selain itu, dengan berbagi dan melibatkan diri dalam hobi pasangan, maka pasangan pun akan merasa mendapat dukungan emosional, yang nantinya berdampak pada kedekatan emosional antara Bubu dan Pak Suami.

 

Bagaimana bila Bubu sangat-sangat tidak nyaman dan tidak suka dengan hobi Pak Suami? Yuk ajak Pak Suami mencoba hal baru yang siapa tahu bisa menjadi hobi bersama. Atau kalau Pak Suami yang mengajak melakukan hal baru, jangan takut juga ya untuk mencoba. Dibawah ini ada beberapa ide aktivitas hobi pasangan suami istri yang dapat dicobakan:

1. Memasak bersama

2. Berolahraga

3. Belajar hal baru, seperti bahasa atau melukis

4. Bermain game bersama, seperti kartu, catur, scrabble, atau game elektronik

5. Berdansa

6. Wisata kuliner

7. Travelling

 

Ketika mengeksplorasi hobi bersama, pastikan kegiatan yang dipilih adalah kegiatan yang memungkinkan terjadinya interaksi antara Bubu dan Pak Suami. Menonton, misalnya, bukan kegiatan yang memunculkan interaksi. Bubu dan Pak Suami bisa saja nonton bersama, tapi keduanya hanya akan duduk dan fokus pada tontonan. Sedangkan hobi bersama yang dapat meningaktkan kualitas hubungan, adalah hobi yang dapat membuat Bubu dan Pak Suami saling ngobrol dan bertukar pikiran. Dari 7 ide yang ada di atas, kira-kira mau coba yang mana duluan nih? Selamat mencoba ya!

Oleh: Nadya Pramesrani, M. Psi., Psi

 

Psikolog Keluarga dan Pernikahan