Mompreneur: Menyeimbangkan Waktu untuk Keluarga dan Berkarya

13 Sep 2019

Mompreneur adalah wanita yang berwirausaha dan menciptakan bisnisnya sendiri untuk memfasilitasi kebutuhan mereka berkarya dan mengurus anak yang masih kecil. Mompreneur adalah gaya hidup pengusaha dan pendekatan baru untuk menyeimbangkan semua peran yang ada

(Duberley-Carrigan, 2012)

 

Salah satu perdebatan yang sering dialami oleh para Bubu ketika sudah memiliki anak adalah perdebatan antara menjadi ibu rumah tangga yang mengalokasikan banyak waktu untuk anak versus ibu yang berkarir. Namun sekarang ini, semakin banyak Bubu yang memilih opsi menjadi Mompreneur sebagai caranya untuk tetap memiliki waktu banyak untuk mengurus anak namun tetap bisa berkarya dan bekerja dengan waktu dan beban kerja yang lebih dapat disesuaikan dengan kebutuhan. 

 

Menjadi mompreneur memang dapat memfasilitasi kebutuhan Bubu untuk bekerja dengan waktu yang fleksibel dan memiliki keleluasaan dalam mengatur waktunya. Namun bukan berarti pilihan karir ini tidak memiliki tantangannya. Tantangan utama yang dimiliki oleh mompreneur adalah menyeimbangkan waktu antara urusan keluarga dan bisnis, karena semua bekerja sendiri, maka batasan antar peran sebagai istri, ibu, dan pemilik usaha menjadi bercampur (Kadale, Pandey, & Raje, 2018)

 

Jadi apa yang perlu dilakukan oleh para Bubu untuk mengatasi tantangan tersebut? Berikut ini beberapa tips yang bisa dicobakan. 

 

1. Ingat Tujuan Menjadi Mompreneur

Dalam perjalanannya, bisnis dan pekerjaan apa pun yang kita lakukan pasti ada kalanya mengalami masalah yang mungkin menyebabkan adanya pergeseran prioritas menjadi waktu buat bisnis yang perlu dialokasi lebih banyak dan akhirnya berkonflik dengan keluarga. Ketika ini terjadi, ingat untuk selalu fokus pada tujuan yang ingin dicapai. Apa manfaat yang ingin dicapai bagi diri, anak, dan keluarga dengan memulai usaha ini. Agar dalam mengatasi tantangan bisnis tersebut, tidak “salah arah” melenceng dari tujuan awalnya.

 

2. Alokasi Waktu dengan Efektif

Atur waktu kapan mengerjakan tugas rumah tangga, mengurus anak, dan menjalankan bisnis. Saat sedang waktunya untuk kerja, maka usahakan untuk fokus kerja. Bila perlu ciptakan ruang khusus di rumah yang dapat membantu Bubu fokus. Saat waktunya bermain dengan anak, fokus juga badan dan pikirannya untuk anak. Tutup dan letakkan semua alat yang mendukung pekerjaan, katakan pada diri bahwa waktu kerja sudah selesai, apa pun yang belum selesai, bisa dialokasikan penyelesaiaan di waktu kerja berikutnya. 

 

3. Dapatkan Dukungan Pak Suami

Menjadi mompreneur, maka anggota tim yang dapat diandalkan. Diskusikan dan komunikasikan secara terbuka dengan Pak Suami tentang dukungan dan bantuan seperti apa yang dibutuhkan. Misalnya, atur waktu dan kesepakatan pengasuhan anak dengan Pak Suami, misal ibu yang mengasuh anak di pagi hingga sore, dan ketika sore hingga malam Pak Suami yang bergantian mengasuh anak dan Bubu bekerja. 

 

4. Delegasi Tugas

Kenali kapasitas diri dan waktu yang tersedia untuk menjalankan semua tanggung jawab ada, baik itu sebagai ibu maupun sebagai mompreneur. Bila memang dibutuhkan, tidak perlu ragu untuk mempekerjakan orang untuk membantu Bubu bekerja dengan lebih efektif. Mempekerjakan orang bisa berupa memiliki ART untuk membantu di urusan rumah tangga agar waktu Bubu bisa lebih banyak mengurus anak dan bisnis. Atau bisa juga berupa memiliki karyawan di bisnis Bubu tersebut agar tidak semua proses produksi – distribusi – penjualan dilakukan semua oleh Bubu. 

 

Yang perlu diingat sebelum mengambil pilihan menjadi mompreneur ini adalah dengan menjadi mompreneur artinya Bubu memiliki waktu kerja yang fleksibel, bukan berarti menjadi lebih santai dalam menjalani semua peran sehari-harinya. Sehingga perencanaan yang matang, kemampuan meregulasi diri dan mengatur waktu, sehingga dukungan dari suami serta support system lainnya perlu disiapkan agar bisnis dapat berjalan dan bertahan. Selamat mencoba Bubu!

 

 

Oleh: Nadya Pramesrani, M. Psi., Psi.

Expert Partner Sahabat Ibu Pintar