Mindfulness Parenting in Digital Era.


Di era digital ini, informasi berkembang secara cepat, Sebagai seorang ibu baik bekerja di kantor atau di rumah, tentunya begitu banyak hal yang perlu diselesaikan dalam 24 jam waktu kita. Misalnya, ketika kita membuka email sambil menemani anak main.

Tentunya perhatian akan terpecah, sehingga kita tidak terlalu bisa memaknai apa yang sedang kita lakukan. Tak jarang kita melakukan beragam aktivitas harian secara auto pilot, dimana semua berjalan tanpa kita benar-benar sadar mengenai apa yang sedang kita lakukan. Padahal, penting bagi kita untuk menjalankan hari dengan penuh kesadaran atau mindfulness. 

Apakah Mindfulness itu? Yaitu menyadari detik ini, bagaimana perasaan kita, apa yang kita pikirkan, apa yang kita inginkan, tanpa kritik dan penilaian. Seperti yang disampaikan oleh Psikolog dan Psikoterapis Corinne Sweet dalam bukunya, bahwa Mindfulness adalah mengenai keberadaan diri kita yang sepenuhnya untuk saat ini. Sehingga ketika kita makan, kita bisa benar-benar merasakan rasa makanan kita, bukan sekedar kenyang saja. Atau ketika kita bermain dengan anak, kita bisa benar-benar tertawa dan memfokuskan diri dalam kegiatan bermain tersebut. 

Diharapkan ketika seorang ibu berada dalam kondisi mindful, perilakunya tidak lagi reaktif terhadap peristiwa yang terjadi sehari-hari. Misalnya ketika ia mendapati anaknya yang berusia 4 tahun sedang merobek-robek halaman majalah di kamar. Ketika ibu bersikap reaktif, ia dapat langsung memarahi anaknya karena telah merobek majalah dan membuat kotor kamar. Namun, ketika ibu dalam kondisi mindful, ia dapat berhenti sejenak dan bertanya kepada anaknya, “kamu sedang apa Nak?” sehingga ia bisa mendapatkan sudut pandang anak yang ternyata sedang membuat sebuah prakarya seni seperti yang ia lakukan di sekolahnya. Setelah tahu alasan dibalik perilaku anak, orangtua biasanya dapat lebih memahami dan mentoleransi perilaku yang terlihat. Sehingga anak pun bisa mendapatkan lebih banyak ruang untuk eksplorasi dan berkreasi, karena dengan hal tersebut ia dapat belajar dan berkembang. 

Dengan bersikap mindful, seseorang bisa mengurangi kecemasan, stress, dan meningkatkan rasa bahagia. Bukan hanya pada orang tua, tetapi juga pada anak. Sikap tenang yang dimiliki orangtua yang bersikap mindful juga dapat ditiru oleh anak, karena anak belajar dan meniru dari apa yang ia lihat sehari-hari. 

Namun, menjadi mindfulness parents harus dilatih. Yuk kita berlatih mindfulness dalam kegiatan sehari-hari! Cukup berikan waktu 5 menit setiap hari untuk berlatih rutin. Dalam 5 menit tersebut, berikan kesempatan tubuh kita untuk merasakan, menyadari, tanpa menilai apa yang sedang terjadi pada di kita dan sekitar kita. Berikan waktu untuk diri kita mengatur napas, membuat diri kita dalam kondisi santai (relax), dan melepaskan pikiran yang berlarian di kepala. Lakukanlah setiap hari secara bertahap, dimulai dari 5 menit, 10 menit, 20 menit, dan seterusnya. Selamat mencoba! BuBu juga bisa mendapatkan informasi serupa dan juga sharing dengan BuBu lainnya di Sahabat Ibu Pintar. Sebuah komunitas parenting yang terdiri dari sekumpulan Ibu yang saling belajar bersama dan mencari solusi pintar seputar pola asuh anak. Yuk be a smart parent dan join Sahabat Ibu Pintar!