Drama Si Kecil Lupa Taruh Barang, Pernah Mengalaminya?

30 Sep 2019

"Bubu.... lihat buku Matematika aku ngga?"

"Bubu aku lupa, besok pagi mesti bawa telur ke sekolah buat proyek sains"

"Kakak... ayo cepetan sarapannya itu jemputannya sudah mau datang!"

 

Apakah Bubu familiar dengan situasi-situasi di atas? Itu adalah beberapa contoh yang kerap terjadi di keseharian anak-anak yang keterampilan OTMP-nya belum berkembang dengan baik. OTMP merupakan singkatan dari Organization, Time Management, dan Planning, yang berperan besar pada kesuksesan akademik anak di sekolah. 

 

Betapapun pintarnya anak, bila ia tidak ingat apa tugasnya, tidak bisa menemukan tugasnya saat harus dikumpulkan, atau tidak dapat menyelesaikan tepat pada waktunya, maka akan sulit untuk mencapai prestasi sesuai potensinya. 

Studi menunjukkan bahwa lemahnya keterampilan OTMP merupakan salah satu penyebab utama kasus underachiever pada anak berbakat, dan ini bukan terjadi karena kemalasan. Sementara pada anak yang memang sudah mengalami kesulitan belajar, lemahnya keterampilan OTMP akan menjadi hambatan ekstra yang menghambat adaptasi untuk memenuhi tuntutan akademis di sekolah (Rosenblatt, Abikoff, & Gallagher, 2011).

 

Untungnya, OTMP adalah keterampilan yang bisa dipelajari. Berikut ini beberapa tips yang dapat Bubu lakukan untuk membantu anak mengembangkan keterampilan OTMP-nya.

Sediakan Tempat yang Jelas untuk Meletakkan Benda-benda

Bubu dapat menyiapkan tempat khusus untuk meletakkan berbagai macam benda, hal ini dapat mengurangi kemungkinan terselip/hilang. Beri label untuk tempat penyimpanan tas, buku-buku, kertas tugas, dan aksesoris seragam sekolah seperti topi dan dasi. Terkait tugas dan dokumen sekolah, Bubu dapat menyediakan folder-folder untuk bantu kategorisasi. 

Kategorisasi foldernya bisa Bubu sesuaikan sesuai kebutuhan, bisa per mata pelajaran, atau berdasarkan level pengerjaan (dalam proses/ selesai), atau jenis dokumen (buku pelajaran, tugas, kertas pengumuman, hasil tes/kuis). Secara berkala, ajak anak untuk melakukan perapihan. Bila Bubu menemukan ada benda yang tidak pada tempatnya, minta anak yang mengembalikannya dan jangan Bubu yaa. Dengan demikian anak belajar bertanggung jawab terhadap barang-barangnya sendiri.

 

Gunakan Kalendar 

Kalendar yang berukuran besar dan ditempel di tempat strategis dapat memudahkan anak mengecek dan mengingat tugas-tugas yang harus dilakukan, serta membuat rencana pengerjaan berdasarkan waktu yang ada hingga tenggat waktu pengumpulan tugas. Ingatkan anak untuk menulis di kalendar setiap hari. 

Bila pun di hari itu tidak ada pengumuman apa pun, tulis "Tidak ada info baru". Bila kotak kosong, dapat berarti bahwa anak lupa mengisi, sedangkan tuliskan "tidak ada info baru" menandakan anak sudah memikirkan apakah ia memiliki tugas atau tes yang perlu ia persiapkan di hari-hari ke depan. 

 

Petunjuk Visual

Petunjuk visual merupakan instrumen yang sangat bermanfaat untuk membantu anak membuat perencanaan dan mengatur waktu. Di samping kalendar yang sudah disebutkan sebelumnya, petunjuk visual lainnya yang bisa Bubu siapkan seperti jadwal seragam yang harus dipakai, daftar perlengkapan yang harus dibawa ke sekolah, hingga rutinitas harian yang perlu dilakukan di rumah. Masukkan ke dalam rutinitas harian tersebut waktu untuk persiapan sekolah dan pengerjaan tugas, untuk menjadikannya sebagai sebuah kebiasaan.

 

Pecah Tugas ke Langkah-langkah Spesifik

Untuk tugas-tugas jangka panjang, bantu anak untuk memecahnya ke langkah-langkah yang lebih kecil. Contoh: tugas "Membuat Prakarya dari Barang Bekas" dapat dipecah ke dalam langkah 1) diskusi untuk mencari ide prakarya, 2) membuat daftar barang yang harus dibeli, 3) menggunting dan merakit, 4) mengecat dan mendekor, 5) membuat presentasi. Setiap kali ada langkah yang selesai dikerjakan dalam to do list ini, beri centang agar anak merasa senang karena ada kemajuan kongkrit yang dicapai, sehingga lebih semangat untuk melanjutkan. 

 

Pemantauan dari Bubu

Anak yang masih belum berkembang baik keterampilan OTMP-nya, biasanya di masa-masa Sekolah Dasar awal, akan membutuhkan bimbingan dan pemantauan Bubu secara konsisten. Oleh karena itu, Bubu dapat melakukan pengecekan setiap malam apakah anak menulis di kalendarnya, apakah anak sudah melakukan persiapan perlengkapan sekolah untuk esok hari, apakah anak sudah mengerjakan tugas dan memasukkan tugasnya ke tas, dll. 

Lakukan pengecekan di malam hari karena biasanya lebih tidak terburu-buru, dan bila pun ada yang butuh dilakukan maka masih ada waktu. Pemantauan juga bisa dilakukan dengan melakukan kroscek ke guru atau orang tua lain terkait tugas/ info yang ditulis anak. Beri pujian ke anak bila ia melakukan hal-hal yang menjadi tanggung jawabnya dan menuliskan informasi secara tepat. 

 

Beri Konsekuensi jika Dibutuhkan

Ada masanya anak perlu merasakan sendiri konsekuensi bila ia tidak melakukan organisasi, mengatur waktu, dan merencanakan dengan baik. Jadi misalkan suatu hari anak salah memakai seragam atau lupa membawa tugasnya ke sekolah, maka Bubu tidak perlu selalu menjadi penyelamat dengan mengantarkannya ke sekolah. Sesampainya di rumah, ingatkan kembali apa yang dapat anak lakukan untuk mencegah hal tersebut terulang kembali.

 

OTMP adalah keterampilan hidup yang akan bermanfaat bukan saja di masa sekolah, tetapi juga mempengaruhi bagaimana anak menjalani hidup dan bekerja nantinya. Oleh karena itu, Bubu perlu membantu anak untuk mengembangkannya. Prosesnya bisa panjang dan tidak selalu mudah, tetapi bukan berarti tidak bisa. Semangat ya Bubu!

 

 

Oleh: Orissa Anggita Rinjani, M.Psi, Psi

Expert Partner Sahabat Ibu Pintar