Co-parenting for Happier Family


 

Setiap orang tua pasti ingin keluarganya bahagia. Salah satu factor yang menentukan kepuasan pernikahan adalah pembagian peran dalam melakukan pekerjaan rumah tangga. Penelitian lain juga menyebutkan salah satu factor terpenting yang menentukan kepuasan pernikahan adalah pembagian peran dalam pekerjaan rumah tangga. Suami istri akan lebih bahagia ketika ada pemahaman yang jelas tentang tanggung jawab dan pembagian tugas rumah tangga. Hal ini bukan berarti urusan rumah tangga perlu dibagi 50/50, tetapi lebih ke cara bagaimana kita menyeimbangkan tugas yang dianggap adil oleh suami dan istri sehingga keduanya merasa senang,produktif, dan juga dihargai.

Nah istilah ini di dalam psikologi dikenal dengan co-parenting, yaitu dimana orang tua bekerja bersama-sama (atau sebaliknya, mengalami kendala) dalam pengasuhan anak. Ciri co-parenting yang positif adalah kedua orang tua terlibat untuk mengasuh dan membangun kedekatan dengan anak, saling menghargai, menghormati pendapat satu sama lain, serta adanya keinginan untuk selalu mengomunikasikan dan mendiskusikan informasi seputar anak. Orang tua yang solid akan memberi panutan positif bagi anak. Sebaliknya, pasangan suami istri yang tidak bisa melakukan co-parenting dengan baik beresiko lebih tinggi untuk saling berkompetisi dan menyalahkan, serta tidak menemui kesepakatan dalam mengasuh anak. 

Hal ini tentunya dapat memberikan dampak negatif pada tumbuh kembang anak loh BuBu. Lalu bagaimana agar suami dan istri dapat menjadi tim yang solid? Yuk simak!

 

1. Buat daftar tanggung jawab

Selama satu minggu, cobalah untuk mencatat semua yang dilakukan terkait peran sebagai suami/ayah dan istri/ibu. Contoh tugas domestic misalnya: 

  • Menyiapkan makanan
  • Mencuci dan menyetrika
  • Menyapu dan mengepel
  • Melakukan pembayaran listrik dan biaya bulanan lainnya

Sedangkan contoh tugas mengasuh anak seperti:

  • Menyuapi makan
  • Menemani main
  • Mengantar jemput sekolah/daycare
  • Mengganti popok
  • Mengatur itenary dan packing untuk liburan

 

2. Diskusikan dan buat kesepakatan bersama 

Setelah membuat daftar, coba bandingkan dan diskusikan bersama-sama. Lalu evaluasi dengan pasangan apakah merasa terlalu banyak , apakah ada yang ingin diubah, atau tugas yang sebenarnya sangat  tidak disukai, dan apakah perlu bantuan.  Setelah mengetahui tanggung jawab dan pandangan masing-masing, buat kesepakatan pembagian tanggung jawab. 

 

3.Bertukar peran 

Jika tugas sudah dibagi, sebaiknya secara berkala bertukar peran agar membangun empati dan memahami pasangan dengan lebih baik.

 

4. Let it go

Dalam merawat anak dan mengerjakan urusan rumah tangga, orangtua pasti memiliki approach yang berbeda-beda. Jadi kita tidak perlu pusing dengan omongan orang lain tentang cara mengasuh anak, Let it go.

 

Nah BuBu, Yuk mulai bangun keluarga yang bahagia dengan co-parenting dan saling mengerti pasangan masing-masing. BuBu juga bisa mendapatkan informasi terbaru mengenai modern parenting dan cara mengasuh anak di Instagram Sahabat Ibu Pintar, Sebuah komunitas parenting yang terdiri dari sekumpulan Ibu yang saling belajar bersama dan mencari solusi pintar seputar pola asuh anak. Yuk Gabung Sekarang!