Bicara mengenai seks pada anak? Siapa takut!

23 Apr 2019

“Mama, aku pas lahir keluarnya dari mana sih?”

“Koq tempat pipisnya adek beda sih, Bu?

 

Bubu pernah dapat pertanyaan-pertanyaan sejenis gak? Kadang-kadang pertanyaan seperti itu bikin kita panas-dingin karena takut salah jawab yaa.. Tapi kalau bukan kita yang jawab, bisa jadi anak malah cari infonya di luar dan jawaban yang didapat belum tentu sesuai juga nih.

Oleh karena itu, terbuka dan membicarakan seks dengan anak itu perlu karena termasuk dalam pendidikan seks dalam keluarga. Yuk kita bahas tipsnya untuk bicara mengenai seks dengan anak!

 

  1. Mulai dengan mindset yang positif. Membicarakan seks atau memberikan pendidikan seks pada anak bukan berarti mengajarkan atau membuat anak menjadi ahli dalam melakukan aktivitas seksual dan aktif secara seksual. Membicarakan seks artinya kita memberikan informasi seksualitas berdasarkan fakta ilmu pengetahuan, diberikan dengan tujuan agar anak memperoleh pemahaman yang berakibat pada perubahan perilaku dan pembentukan sikap positif terhadap seksualitas yang sehat.

  2. Periksa pemahaman anak. Ketika anak bertanya, sebelum kita menjawab pertanyaannya, tanyakan pada anak apa yang telah mereka ketahui dari pertanyaan tersebut. Dari jawaban mereka, kita bisa tahu apa yang telah mereka ketahui, sehingga jawaban tidak akan terlalu jauh dari pemahaman mereka.

Misalnya: ketika anak usia 5 tahun tanya: “Bu, pacaran itu apa sih?”. Sebaiknya sebelum menjawab, Bubu tanya dulu, “apa yang kamu tahu tentang pacaran?” atau “menurut kamu, pacaran itu apa?”.

Mungkin anak akan menjawab “pacaran itu kayak aku kasih gambar heart ke Omar”. Dari jawaban itu, kita bisa gali lebih lanjut “memangnya kalau gambar heart itu artinya apa sih?”. Dan seterusnya diskusi Bubu dengan anak dapat mengalir dengan menyenangkan.  

  1. Sesuaikan dengan usia anak. Informasi yang dibutuhkan anak akan berbeda untuk setiap tahapan usia, oleh karena itu sesuaikanlah jawaban sesuai dengan pemahaman anak. Misalnya, pada anak usia 2-5 tahunan kita menjelaskan dengan hal-hal konkrit yang ia lihat sehari-hari dan berkaitan dengan dirinya.

Ketika anak bertanya mengenai penis dan vagina, yang mereka pahami di usia itu adalah fungsinya untuk buang air kecil. Maka itu lah yang kita jelaskan. Untuk panduan hal apa saja yang diajarkan pada anak, sesuai usianya, Bubu bisa coba klik ke link http://rumahdandelion.com/article/pendidikan-seks-untuk-balita/ atau https://www.aboutkidshealth.ca/Article?contentid=716&language=English.

  1. Gunakan sebutan yang benar dalam menyebut alat kelamin. Ketika kita kecil, diajarkan oleh orang tua untuk menyebutkan alat kelamin dengan sebutan “burung”, “titit”, “pompom”, atau sebutan lainnya. Sebenarnya, lebih baik apabila kita menyebutkan alat kelamin sesuai dengan bahasa bakunya, yaitu penis dan vagina.

Tujuannya apa? Pertama kita memberikan pesan bahwa alat kelamin kita sama penting dan netralnya dengan anggota tubuh lain seperti mata, hidung, lengan, paha, dan sebagainya. Kedua, dalam kondisi darurat, ketika anak mengeluhkan sesuatu terjadi pada alat kelaminnya, semua orang yang mendengar keluhannya akan memahami langsung.

  1. Bina hubungan hangat dan terbuka dengan anak. Penting untuk Bubu dan Pak uami untuk memiliki hubungan yang hangat dan terbuka dengan anak, agar ketika anak memiliki pertanyaan atau ingin mengetahui banyak hal yang terjadi dengan tubuhnya, ia dapat langsung bertanya pada orang tua tanpa sungkan. Bubu pun dapat menjamin bahwa informasi yang mereka terima adalah benar dan tepat sesuai dengan nilai-nilai yang dianut dalam keluarga.

 

Nah, yuk Bubu jangan ragu lagi ya dalam berbicara mengenai seks dengan anak. Usahakan tenang dan berpikiran netral mengenai topik yang dibicarakan karena bagi anak, keingintahuan ini sama pentingnya dengan “kenapa ayam bertelur?” dan “kenapa dinosaurus tidak ada lagi di bumi?”.

 

Oleh Binky Paramitha I., M.Psi., Psi.

 

Psikolog Pendidikan Rumah Dandelion